Diposkan pada Uncategorized

Solid Gold | Jerman Libas Estonia 3-0 di Kualifikasi Euro

Jerman Libas Estonia 3-0 di Kualifikasi Euro – Solid Gold

SOLID GOLD PALEMBANG – Timnas Jerman berhasil membawa pulang kemenangan pada laga ke-8 Grup C babak Kualifikasi EURO 2020.

Bertandang ke markas Estonia di A. Le Coq Stadium, Senin, Jerman berhasil menang telak 3-0.

Sayangnya, kemenangan tersebut tidak membuat posisi Jerman di klasemen Grup C menjadi lebih baik.

Mereka tertahan pada peringkat dua dengan raihan 15 angka. Namun, perolehan poin mereka menyamai Belanda yang sedang duduk di puncak klasemen.

Jerman sempat diragukan bisa mendapatkan poin penuh dari A. Le Coq Arena. Pasalnya, saat laga baru berjalan selama 14 menit, mereka harus bermain dengan 10 orang karena Emre Can diganjar kartu merah oleh wasit.

Tampil dengan 10 orang membuat mereka kesulitan untuk menciptakan peluang berbahaya ke gawang tuan rumah. Kesempatan sempat datang di menit ke-24, di mana Gian-Luca Waldschmidt sempat melepaskan tembakan mendatar. Sayang, kiper Estonia  masih bisa menahannya.

Peluang berikutnya datang lima menit menjelang bubaran. Penggawa Borussia  Dortmund, Marco Reus, yang ditunjuk sebagai eksekutor tendangan bebas mengarahkan bola ke sudut kiri gawang Estonia. Namun bola gagal mengujam jala gawang dan hanya membentur mistar.

Serangkaian percobaan untuk mencetak gol gagal dilakukan oleh kedua tim. Alhasil, kedudukan imbang 0-0 bertahan sampai wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama – SOLID GOLD

Baca Juga :

PT Solid Gold Berjangka

Legalitas PT Solid Gold Berjangka

Sertifikat PT Solid Gold Berjangka

Visi Dan Misi PT Solid Gold Berjangka

Profil Perusahaan PT Solid Gold Berjangka

Info Dan Kegiatan PT Solid Gold Berjangka

Fasilitas Layanan PT Solid Gold Berjangka

Alasan Anda Memilih Kami PT Solid Gold Berjangka

Penghargaan Dan Pengakuan PT Solid Gold Berjangka

Keunggulan Dan Karakteristik Produk PT Solid Gold Berjangka

Diposkan pada News

Solid Berjangka | CPO Terkerek Penguatan Ringgit

CPO Terkerek Penguatan Ringgit – Solid Berjangka

SOLID BERJANGKA PALEMBANG – Sempat turun di sesi pembuka, harga minyak kelapa sawit kembali menguat pada Kamis, menyusul menguatnya ringgit terhadap dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) menguat 0,46% atau 10,00 poin ke posisi 2.206 ringgit per ton, pukul 10:22 WIB, setelah dibuka melemah 0,27% atau 6,00 poin ke posisi 2.190 ringgit per ton.

Penguatan kali ini ditopang oleh keperkasaan ringgit di hadapan dolar AS. Data  Bloomberg menunjukkan, ringgit ditutup menguat 0,08% atau 0,0035 poin ke posisi  4,1930 per dolar AS, pada Rabu (9/10/2019). Untuk diketahui, ringgit yang lebih  lemah umumnya membuat ekspor CPO lebih murah, meningkatkan permintaan minyak sawit.

Kabar lain yang ikut menguatkan harga, Malaysian Palm Oil Association  memperkirakan produksi minyak kelapa sawit hanya naik sekitar 0,6% pada  September menjadi 1,83 juta ton.

Produksi di Malaysia Timur diperkirakan 6,7% lebih tinggi dari bulan lalu,  sementara hasil di Semenanjung Malaysia diperkirakan turun 2,7%. Angka itu di bawah survei Bloomberg yang menunjukkan produksi Malaysia naik 4,4% menjadi 1,90 juta ton, tertinggi sejak Oktober tahun lalu.

Di tempat lain, mengutip Bloomberg, Kamis (10/10/2019), produsen kelapa sawit utama di Indonesia sedang membiakkan pasukan serangga pemangsa untuk melindungi pohon dari hama kutu yang bisa merusak pohon.

PT Astra Agro Lestari Tbk., perusahaan perkebunan terbesar di Indonesia, tengah  mengembangkan beberapa serangga termasuk Sycanus, sejenis serangga pembunuh,  untuk memerangi cacing api pemakan daun. Serangga tersebut juga dapat mengurangi  biaya pestisida dan membantu menjaga ekosistem secara lebih efektif.

Dia menambahkan penelitan yang mendukung pengendalian hama ramah lingkungan  mendesak, karena jika pestisida adalah pilihan pertama, dalam jangka panjang  akan mengancam keberlanjutan produksi sawit dan lingkungan.

Astra Agro, kata Sahari, juga membiakkan jenis serangga lain untuk meningkatkan  hasil. Kumbang penyerbuk Afrika, sejenis kumbang, digunakan untuk meningkatkan  penyerbukan dan dapat meningkatkan jumlah kelapa sawit yang menghasilkan minyak  dalam tandan buah menjadi 75% dari 45%, yang dapat menyebabkan produksi minyak  lebih tinggi.

Setiap upaya yang dilakukan oleh pekebun Indonesia untuk mempertahankan produksi  minyak sawit sangat penting bagi pasar global karena negara ini adalah petani  terbesar di dunia, terhitung lebih dari setengah dari total pasokan. Menurut data perusahaan, Astra Agro menghasilkan 1,94 juta metrik ton minyak sawit mentah tahun lalu – SOLID BERJANGKA

Baca Juga :

Solid Gold Berjangka Portal News

Wakil Pialang Berjangka – ASPEBTINDO

PT Solid Gold Berjangka – Forex Indonesia

Aku Dan PT Solid Gold Berjangka Oleh Rahmat J

Tentang Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka

Pengalamanku Kerja Di Perusahaan PT Solid Gold Berjangka

Direktur – JFX | Market grows on where prices discovered

Solid Gold Berjangka – JFX | Market grows on where prices discovered

PT Solid Gold Berjangka – JFX | Market grows on where prices discovered

PT Solid Gold Berjangka – Perdagangan Berjangka Kliring Berjangka Indonesia

Diposkan pada News

PT Solid Gold Berjangka | Harga Sawit Kembali Menghijau

Harga Sawit Kembali Menghijau – PT Solid Gold Berjangka

PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) berakhir menghijau pada Rabu , menyusul pelemahan ringgit dan indikasi penurunan produksi di Malaysia.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak kelapa sawit kontrak Desember 2019 di  Bursa Derivatif Malaysia ditutup menguat 0,97 persen atau 21 poin ke posisi  2.196 ringgit per ton pada Rabu (9/10), setelah dibuka naik 0,78 persen atau 17 poin ke posisi 2.192 ringgit per ton.

Harga minyak sawit pun melanjutkan penguatan empat hari berturut-turut sejak  ditutup menguat 0,56 persen atau 12 poin di level 2.149 ringgit per ton pada Jumat.

Mengutip Bloomberg, mata uang Malaysia turun di tengah meningkatnya ketegangan  AS-China jelang pembicaraan perdagangan pekan ini. Data Bloomberg menunjukkan  ringgit ditutup melemah 0,21 persen atau 0,0045 poin ke posisi 4,1965 per dolar AS.

Ringgit yang lebih lemah umumnya membuat ekspor CPO lebih murah, meningkatkan  permintaan minyak sawit.

Sementara itu, Malaysian Palm Oil Association memperkirakan produksi minyak  kelapa sawit hanya naik sekitar 0,6 persen pada September 2019, menjadi 1,83 juta ton.

Produksi di Malaysia Timur diperkirakan 6,7 persen lebih tinggi dari bulan lalu,  sedangkan hasil di Semenanjung Malaysia diperkirakan turun 2,7 persen. Angka itu  di bawah survei Bloomberg yang menunjukkan produksi Malaysia naik 4,4 persen menjadi 1,90 juta ton, tertinggi sejak Oktober tahun lalu.

Pasar kelapa sawit juga dibantu oleh kenaikan harga kedelai AS dan minyak kedelai karena kekhawatiran tentang cuaca. Hujan salju besar diperkirakan akan menyapu Pegunungan Rocky, AS, akhir pekan ini.

Hingga Rabu pukul 17.51 WIB, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat 0,44 persen atau 0,13 poin ke posisi US$29,95 per gantang.

Gnanasekar Thiagarajan, kepala strategi perdagangan dan lindung nilai di Kaleesuwari Intercontinental, mengatakan kelapa sawit terangkat oleh kenaikan minyak kedelai karena kekhawatiran cuaca – PT SOLID GOLD BERJANGKA 

Baca Juga :

Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka Penipuan ??

Hubungi Kami – PT Solidgold Berjangka

Landasan Hukum – PT Solidgold Berjangka

Petunjuk Transaksi – PT Solidgold Berjangka

Profil Perusahaan – PT Solid Gold Berjangka

Berapa Gaji Karyawan PT Solid Gold Berjangka

Solid Gold Berjangka PT – PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka | Perusahaan Pialang Terbesar

PT Solid Gold Berjangka | Perusahaan Pialang Berjangka

Diposkan pada News

PT Solid Gold | Prospek Kesepakatan AS-China Memudar, Minyak Mentah Melemah

Prospek Kesepakatan AS-China Memudar, Minyak Mentah Melemah – PT Solid Gold

PT SOLID GOLD PALEMBANG – Harga minyak mentah melanjutkan pelemahan ke level terendah dalam dua bulan menyususl memudarnya prospek penyelesaian sengketa perdagangan AS-China.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November terpantau melemah
0,44 persen atau 0,23 poin ke level US$52,4 per barel di New York Mercantile
Exchange pada perdagangan Rabu (9/10) pukul 06.39 WIB, terendah sejak 7 Agustus.

WTI sebelumnya ditutup tergelincir 0,12 poin ke level US$52,63 per barel pada
akhir perdagangan Selasa (8/10).

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak Desember ditutup turun 0,11 sen ke
level US$58,24 di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London.

para pejabat AS sedang membahas pembatasan aliran modal ke China dalam
perkembangan terakhir perang perdagangan antar kedua negara, menjelang pertemuan
pekan ini.

Sementara itu, Beijing masih membuka opsi tindakan balasan setelah Washington
memasukkan sejumlah perusahaan teknologi China ke dalam daftar hitam
perdagangannya.

Gesekan perdagangan telah merusak harga minyak karena dampaknya yang menekan
permintaan global terhadap bahan bakar, bahan kimia, dan plastik yang terbuat
dari minyak mentah.

Bahkan serangan yang melumpuhkan pada instalasi minyak utama Arab Saudi bulan
lalu tidak cukup untuk menaikkan harga minyak secara berkelanjutan.

Sementara itu, American Petroleum Institute melaporkan kenaikan 4,13 juta barel
dalam stok minyak mentah AS pekan lalu. Persediaan Cushing, Oklahoma, naik 1,24
juta barel, sementara persediaan bensin dan minyak suling turun – PT SOLID GOLD

Baca Juga :

Artikel PT Solid Gold Berjangka

Hubungi Kami PT Solid Gold Berjangka

Glosarium – P PT Solid Gold Berjangka

Loco London Gold PT Solid Gold Berjangka

Mengenal Pasar Keuangan PT Solid Gold Berjangka

Transaksi Sistem Online PT Solid Gold Berjangka

Tampilan Online Trading PT Solid Gold Berjangka

Istilah Dalam Transaksi Online PT Solid Gold Berjangka

Glosarium – PT. Solidgold Berjangka PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka Illustrasi Perhitungan Transaksi

Diposkan pada News

Solid Gold Berjangka | Minyak Mentah Berbalik Melemah

Minyak Mentah Berbalik Melemah – Solid Gold Berjangka

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Harga minyak mentah berbalik melemah pada perdagangan Senin di tengah sinyal yang bertentangan mengenai pertumbuhan ekonomi, permintaan energi dan stabilitas geopolitik.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November ditutup melemah 0,06  poin ke level US$52,75 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak Desember ditutup turun 0,02 poin ke  level US$58,35 di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London. Minyak mentah patokan global diperdagangkan dengan premi US$5,64 dibandingkan WTI untuk bulan yang sama.

Hanya beberapa hari sebelum pembicaraan perdagangan yang sangat dinanti-nantikan antara dua ekonomi terbesar dunia, para pejabat China mengisyaratkan keengganan untuk membahas beberapa tema utama yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

Secara terpisah, Trump mengancam akan “menghancurkan dan melenyapkan” perekonomian Turki jika Ankara mengambil tindakan “terlarang” terhadap negara tetangga Suriah.

Harga minyak mentah juga berada di bawah tekanan setelah laporan bahwa Arab Saudi telah memulihkan produksi minyak mentahnya sedikit lebih cepat dari target, kata Michael Loewen, direktur strategi komoditas di Scotia Bank.

Padahal, harga minyak sempat menguat setelah anti pemerintah yang mematikan mencengkeram Irak, produsen terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

John Kilduff, seorang mitra di Again Capital LLC, mengatakan kerusuhan di Irak telah mulai membawa fokus kembali kepada risiko yang menyebabkan penguatan harga, menyusul meredanya kekhawatiran pasokan setelah pemulihan produksi Arab Saudi yang lebih cepat setelah serangan fasilitas minyak utama bulan lalu  SOLID GOLD BERJANGKA

PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

PT Solid Gold Berjangka Cabang Makasar

PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Denpasar

PT Solid Gold Berjangka Petunjuk Transaksi

PT Solid Gold Berjangka Prosedur Penarikan

PT Solid Gold Berjangka Prosedur Pembukaan Rekening Online

PT Solid Gold Berjangka Prosedur Pembukaan Rekening Transaksi

Diposkan pada rupiah

Solid Gold | Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini – Solid Gold

SOLID GOLD PALEMBANG – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sepekan terakhir dalam tren positif.

Penguatan terjadi setelah pada Jumat nilai tukar rupiah menguat 34 poin atau 0,24 persen menjadi Rp14.138 per dolar AS. Pada kues tengah Bank Indonesia atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) nilai tukar rupiah ada di angka Rp14.135 per dolar AS.

Pada perdagangan awal pekan ini, kurs rupiah sempat berada pada level Rp14.195 per dolar AS atau melemah 0,16 persen coba dibanding pekan lalu. Sementara berdasarkan kurs tengah BI nklai tuksr rupiah di saat yang sama mencapai Rp14.174 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah mulai menguat sejak Kamis (3/10/2019). Kala itu nilai tukar di kurs tengah BI mencapai Rp14.193 per dolar AS atau menguat 0,1 persen dari posisi Rp14.207 pada Rabu.

Jika dilihat sejak awal tahun, nilai tukar rupiah masih dalam tren penguatan terhadap dollar AS. Berdasarkan data Jisdor, di perdagangan di awal 2019 nilai tukar rupiah masih senilai Rp14.465 per dollar AS.

Nilai tukar rupiah sempat terjerembab hingga level Rp14,513 per dollar AS pada Mei 2019. Namun, perlahan perbaikan mulai terjadi hingga kini – SOLID GOLD

Baca Juga :

PT Solid Gold Berjangka

Legalitas PT Solid Gold Berjangka

Sertifikat PT Solid Gold Berjangka

Visi Dan Misi PT Solid Gold Berjangka

Profil Perusahaan PT Solid Gold Berjangka

Info Dan Kegiatan PT Solid Gold Berjangka

Fasilitas Layanan PT Solid Gold Berjangka

Alasan Anda Memilih Kami PT Solid Gold Berjangka

Penghargaan Dan Pengakuan PT Solid Gold Berjangka

Keunggulan Dan Karakteristik Produk PT Solid Gold Berjangka

Diposkan pada emas

Solid Berjangka | Memanasnya Hubungan AS-Uni Eropa Dorong Investor Kembali ke Emas

Memanasnya Hubungan AS-Uni Eropa Dorong Investor Kembali ke Emas – Solid Berjangka

SOLID BERJANGKA PALEMBANG – Emas berhasil kembali menyentuh level US$1.500 per troy ounce seiring dengan meningkatnya sentimen risiko akibat potensimenegangnya hubungan dagang AS-Uni Eropa.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (3/10/2019) hingga pukul 16.08 WIB, harga emas di pasar spot bergerak menguat 0,23 persen menjadi US $1.502,89 per troy ounce, sedangkan harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2019 di bursa Comex bergerak menguat tipis 0,05 persen menjadi US$1.508,6 per troy ounce.

Ketegangan hubungan dagang AS-Uni Eropa (UE) makin meningkat seiring dengan keputusan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) menyetujui langkah-langkah Pemerintah AS untuk mengenakan tarif impor terhadap produk UE senilai US$7,5 miliar pada Rabu (2/10).

Persetujuan itu diberikan terkait dengan subsidi ilegal UE kepada Airbus. Akibatnya, Pemerintah AS berencana mengenakan tarif sebesar 10 persen pada pesawat sipil besar dari Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris.

Kantor Perwakilan Perdagangan AS mengatakan kenaikan tarif juga akan diberlakukan untuk produk lainya, seperti wiski Irlandia, scotch, anggur, zaitun, keju, produk daging babi tertentu, mentega, dan yogurt, dengan kenaikan sekitar 25 persen.

Label mewah seperti Givenchy dan Louis Vuitton serta anggur dan minuman keras yang diproduksi oleh LVMH, Remy Cointreau SA, Pernod Ricard SA, dan Diageo PLC juga terkena dampak pungutan terbaru dari AS.

Tarif AS yang baru menunjukkan intensitas ketegangan yang signifikan dengan UE setelah sebelumnya Benua Biru memberlakukan tarif senilai 2,8 miliar euro terhadap impor AS menyusul larangan impor baja dan alumunium dari Presiden AS Donald Trump.

Hal ini juga membuka peluang bagi UE untuk memberikan tarif balasan terbaru kepada AS, sehingga risiko geopolitik pun makin meningkat. Kondisi ini terjadi di tengah belum usainya perang dagang AS-China yang telah berdampak pada perlambatan ekonomi global.

Analis PT Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan ancaman perang dagang AS-UE sesungguhnya permasalahan lama yang mencuat kembali. Kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global telah membuat bursa saham AS jatuh lebih dari 500 poin atau sekitar 3 persen dalam semalam, mendorong para pelaku pasar memilih untuk membeli emas.

Emas sudah seharusnya naik atau mengalami technical rebound dari level terendahnya di US$1.460 per troy ounce. Ini akan mendorong buy on low atau membeli ketika harga rendah, ujarnya kepada Bisnis, Kamis (3/10).

Ketahanan penguatan emas untuk perdagangan ke depannya akan bergantung kepada fundamental yang akan terjadi pada pekan ini. Pasar akan menanti data ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis pada akhir pekan ini.

Suluh memperkirakan data ketenagakerjaan AS akan berada di bawah ekspektasi, sehingga emas berpotensi melanjutkan penguatan. Dia memproyeksi pada perdagangan Jumat , emas bergerak di level US$1.490-US$1.525 per troy ounce  – SOLID BERJANGKA

Baca Juga :

Solid Gold Berjangka Portal News

Wakil Pialang Berjangka – ASPEBTINDO

PT Solid Gold Berjangka – Forex Indonesia

Aku Dan PT Solid Gold Berjangka Oleh Rahmat J

Tentang Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka

Pengalamanku Kerja Di Perusahaan PT Solid Gold Berjangka

Direktur – JFX | Market grows on where prices discovered

Solid Gold Berjangka – JFX | Market grows on where prices discovered

PT Solid Gold Berjangka – JFX | Market grows on where prices discovered

PT Solid Gold Berjangka – Perdagangan Berjangka Kliring Berjangka Indonesia